Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

LAMR Bengkalis Hadirkan CFN, Perpaduan Budaya dan Ekonomi Rakyat

Laporan Jurnalis : Dody Saputra

Bengkalis, – Melengah Malam menghadirkan wajah baru ruang publik ketika Car Free Night (CFN) resmi dibuka sebagai bagian dari rangkaian Sepekan Kenduri Adat LAMR Kabupaten Bengkalis, Sabtu (25/7/2026). Sejak sore, kawasan Jalan Pramuka, Desa Air Putih, mulai dipenuhi masyarakat yang menikmati perpaduan budaya Melayu, seni pertunjukan, serta geliat UMKM dalam suasana kebersamaan.

Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan perhelatan yang mengubah ruang jalan menjadi panggung budaya terbuka. Mengusung semangat pelestarian tradisi, kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis sekaligus menghadirkan warisan Melayu dalam kemasan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Versi ini lebih dingin

Kehadiran Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni bersama Wakil Bupati H. Bagus Santoso disambut Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri H. Ilham Noer, Ketua DPH LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri Syaukani Al Karim, beserta jajaran pengurus LAMR. Penyambutan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga kesinambungan budaya Melayu.

Dalam seremoni pembukaan, Bupati Hj. Kasmarni didampingi Wakil Bupati H. Bagus Santoso secara resmi membuka Melengah Malam Car Free Night sebagai penanda dimulainya rangkaian Sepekan Kenduri Adat.

Mengusung tema “Melengah Malam”, kegiatan yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 ini diselenggarakan LAMR Kabupaten Bengkalis bekerja sama dengan Bengkalis Event Organizer (BEO). Ragam pertunjukan seni, sastra, musik akustik, hiburan rakyat, serta bazar UMKM dihadirkan sebagai bentuk pelestarian budaya Melayu sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Hari pertama diwarnai berbagai permainan tradisional, seperti Congkak, Sembo Lang, Kaki Anggau, Main Jelas, Karet Ye Ye, dan Buah Para. Pengunjung juga disuguhkan penampilan Barongsai, Gelanggang Corak Budaya Paguyuban Jawa, Selaksa Kata Seniman Negeri, Pemuda Sastra Kasih Oang Kecik, UKM Kesenian Bathin Alam, pembacaan puisi, hingga musik akustik yang menghidupkan suasana malam.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu (26/7/2026) dengan penampilan Tari Tapin Bismillah, pembacaan syair, Tari Tabal Gempita, Tari Timang Zapin, Tari Lempuk, serta pembacaan puisi. Puncak hiburan akan dimeriahkan oleh Iyeth Bustami, Anarva Band, Kompeng Band, dan Semalam Sore.

Dalam sambutannya, Bupati Kasmarni menyampaikan apresiasi kepada LAMR Kabupaten Bengkalis, para pemangku adat, budayawan, seniman, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Sepekan Kenduri Adat.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu, memperkuat jati diri daerah, sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur budaya Melayu kepada generasi penerus.

“Sepekan Kenduri Adat merupakan wadah untuk memperkokoh jati diri masyarakat Melayu, mempererat silaturahmi, serta menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi warisan leluhur kita,” ujar Kasmarni.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan terus menjadikan adat, seni, budaya, dan kearifan lokal sebagai landasan pembangunan menuju Bengkalis yang maju, bermarwah, dan berdaya saing.

Sejalan dengan tema Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis, “Semangat Kebersamaan Mewujudkan Bengkalis Bermarwah dan Gemilang”, Kasmarni mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta menghidupkan semangat gotong royong dalam membangun Negeri Junjungan.

Ia berharap Sepekan Kenduri Adat tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan UMKM, meningkatkan kunjungan wisata, serta memperkenalkan kekayaan adat Melayu Bengkalis kepada masyarakat yang lebih luas.

“Mari jadikan Hari Jadi ke-514 Bengkalis sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, melestarikan budaya, serta bersama-sama membangun Bengkalis yang bermarwah dan gemilang,” ajaknya.

Pembukaan Melengah Malam Car Free Night turut dihadiri Ketua MUI Kabupaten Bengkalis Buya Amrizal, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat yang memadati kawasan Car Free Night hingga malam hari.**

https://www.posberitanasional.com/